Benarkah Kita Sudah Merdeka ?


Tepat pada tanggal 17 Agustus 1945, Indonesia telah mendeklarasikan diri sebagai Negara yang merdeka. Perjalanan panjang dari para founding father bangsa, telah menorehkan tinta emas yang patut kita syukuri, sebab kemerdekaan tersebut diraih atas perjuangan yang tidak mudah. 78 tahun Indonesia merdeka, bukanlah waktu yang singkat. Berbagai tetesan keringat, kerja keras, deraian air mata, bahkan nyawa sekalipun menjadi taruhan demi sebuah kemerdekaan. Cita-cita yang begitu agung demi masa depan anak cucu ibu pertiwi.

Kini, kita hanya tinggal menikmati hasil dari perjuangan para Founding Father kita. Sudah sepatutnya, kemerdekaan diisi dengan hal – hal yang positif sebagai rasa syukur atas perjuangan pendiri bangsa. Sejuta harapan untuk Indonesia lebih baik berada ditangan kita sebagai generasi muda yang akan mewarisi untuk generasi selanjutnya. Segudang gagasan harus mampu kita torehkan untuk ibu pertiwi tercinta. Kemerdekaan harus mampu kita jaga sebagai harkat dan martabat bangsa. Kita harus menjunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan sebagai manifestasi dari bangsa yang sudah merdeka. 

Lalu bagaimana dengan kondisi bangsa kita saat ini, benarkah kita sudah merdeka ?

Secara yuridis formal memang iya, kita sudah merdeka. Akan tetapi representasi dari kemerdekaan itu sendiri, tidak seluruhnya dapat kita rasakan. Masih banyak hak – hak rakyat yang dikebiri oleh para penghianat bangsa. Kebebasan, fasilitas pendidikan yang memadai, jalan yang mudah, akses kesehatan, serta kehidupan yang layak, hanya dapat dirasakan oleh segelintir orang saja. Betapa banyak orang yang menjadi pengemis, pelacur, pencuri, bahkan rela menjual organ tubuhnya sendiri demi memenuhi kebutuhan hidupnya. Masih banyak ketimpangan – ketimpangan yang kerap kita temukan dalam kehidupan sehari – hari. Ketimpangan ini terjadi salah satu penyebabnya karena tidak adanya kesetaraan dan keadilan dalam berbagai sektor kehidupan, utamanya dalam sektor sosial dan ekonomi. Kondisi bangsa kita sedang tidak baik baik saja. 

Masalah ini merupakan PR bagi kita semua sebagai agent off change dalam tatanan sosial kehidupan masyarakat Indonesia. Kita harus mampu mempelopori pengembangan ilmu pengatahuan dan teknologi sebagai aset masa depan ibu pertiwi. Sebab perubahan, keadilan dan kemakmuran bukan hanya didambakan saja. Akan tetapi perlu dibuat dan diciptakan, dan kita sebagai pelopornya. 

Bagaimana keadilan dan kemakmuran itu tercipta ? 

Ada tiga hal yang perlu diperhatikan untuk menciptakannya. Pertama, orang yang berilmu harus mengamalkan terhadap ilmunya (baik). Artinya, ilmunya tidak digunakan untuk mengelabui orang dan membodohi rakyat. (Jangan jadikan dalil sebagai dalih untuk merampas hak-hak rakyat). Seperti yang diungkapkan Gramsci, tugas intelektual organik adalah melahirkan aspirasi-aspirasi rakyat dan mewujudkan potensi yang secara inheren telah ada di dalam kelompok sosialnya. Hubungan erat antara kaum intelektual organik dengan kelas mereka merupakan sebuah proses yang dialektis, mereka melahirkan bentuk dari pengalaman kelas dan pada saat bersamaan menanamkan kesadaran pada rakyat. Kedua, Orang kayanya harus bijak dan baik. Kekayaan-nya harus digunakan untuk kepentingan umat dan bangsa disamping telah memenuhi kebutuhan diri dan keluarganya, terutama dalam menciptakan lapangan pekerjaan bagi orang miskin. Sebab, kemiskinan adalah persoalan utama, dan didalam kemiskinan tidak ada keadilan, apalagi kemakmuran. Bahkan dalam konklusi terekstrim, boleh juga dikatakan bahwa pada akhirnya, tidak ada negara apabila membiarkan atau memelihara kemiskinan. Ketiga, pemangku kebijakan (pemimpin) harus baik pula, sebab ia diamanahkan oleh rakyat untuk menjalankan roda pemerintahan. Dari ketiga hal ini, harus ada korelasi antara ilmu, kekayaan, dan kekuasaan. Yang tidak kalah pentingnya adalah peran kita untuk mewujudkan mimpi itu semua. 

Apakah ketiga hal tersebut sudah ada korelasi untuk menciptakan keadilan dan kesejahteraan ? 

Benarkah kita sudah merdeka ?

Kita sendiri yang menyimpulkan dan mungkin akan membawa perubahan untuk Indonesia lebih baik kedepan. 

Selamat Dirgahayu Republik Indonesia yang ke 78. 

Terus Melaju, Untuk Indonesia Maju. 

Posting Komentar

Lebih baru Lebih lama