HMI SEBAGAI ARENA GLADIATOR MENGASAH PRINSIP DAN KAPASITAS MAHASISWA






HMI SEBAGAI ARENA GLADIATOR MENGASAH PRINSIP DAN KAPASITAS MAHASISWA

Bagi mereka dari luar, dunia organisasi ekstra kampus sering kali terlihat sebagai rimba aktivitas seremonial yang dipenuhi jargon-jargon kosong. Akan tetapi, bagi mereka yang telah benar-benar menceburkan diri, ia adalah lebih dari itu, Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) adalah arena gladiator sejati untuk mengasah mental dan prinsip mahasiswa.

Disinilah tiga senjata (three weapons) utama diasah. Prinsip ideologis yang menjadi arah perjuangan, kapasitas organisatoris yang menjadi ruang gerak, dan keberanian propagandis untuk menyuarakan kebenaran. Inilah pembeda mendasar organisasi himpunan mahasiswa islam (HMI) antara dengan sekadar organisasi biasa.

Batu uji nyata (The Ultimate Proving Ground) yang paling otentik di mana teori-teori dari ruang kuliah menemukan bentuk prakteknya. Mulai dari memimpin rapat, bernegosiasi, hingga yang paling menantang: menggerakkan dan menginspirasi massa.

Namun, hakikatnya hasil yang didapat tidak serta merta diberikan. Keberhasilan memanen ilmu dan pengalaman baru dari organisasi ini, mutlak bergantung pada bagaimana seorang mahasiswa memilih dan mengelola keterlibatannya.

Oleh karena itu, pesan saya

Jangan masuk secara latah. Masuklah dengan kesadaran penuh dan tujuan yang jelas.

Pilih dengan cermat. Jangan hanya mengejar popularitas nama besar, tetapi carilah organisasi yang selaras dengan minat.

Berkomitmen untuk menjadi aktor, bukan figuran. Jadilah penggerak yang proaktif, jangan hanya menunggu perintah.

Berkatalah "tidak". Belajarlah menolak hal-hal yang melenceng dari prinsip diri dan organisasi.

Beranilah untuk pergi. Jika yang Anda dapatkan hanyalah kesia-siaan, jangan ragu untuk mengundurkan diri dan mencari ruang pengabdian lain yang lebih bermakna.

Pada akhirnya, kesuksesan Anda di organisasi ekstra kampus adalah tanggung jawab personal. Jadikanlah setiap relasi dan pengalaman sebagai investasi berharga untuk masa depan. Bangunlah jaringan yang dibangun bukan atas dasar transaksi semata, tetapi atas fondasi kesamaan perjuangan dan integritas intelektual yang kokoh. Arena gladiator ini merupakan perisai keindonesiaan dan keislaman.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maba Bukan Budak Senior

HMI Komisariat Istiqlal UIM Gelar pelantikan Lembaga Kajian Dan Penelitian (LKP) Periode 2025-2026

Nurcholish Madjid - Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan