SALAH ASUH POLITIK ORMAWA DARI KAMPUS KE JALUR KKN (KORUPSI, KOLUSI DAN NEPOTISME)

Kampus secara esensial merupakan mikrokosmos demokrasi yang ideal, di mana nalar kritis (critical reasoning) melalui proses edukasi yang baik di bentuk. Sebagai kawah candradimuka, seyogianya berfungsi sebagai inkubator bagi mahasiswa karena kampus adalah miniatur negara.

Namun, ironisnya yang terjadi justru memunculkan kegelisahan baru, kita sering menyaksikan kuantitas didahulukan, sementara kualitas terpinggirkan. Akibatnya, regenerasi yang instan, pragmatis melahirkan dongeng generasi bersumbu pendek dalam organisasi.

Kita melihat seringkali dalam dinamika politik misalnya, kekuatan massa kerap dianggap sebagai modal utama. Yang memberikan legitimasi kekuasaan yang terlihat demokratis dan bargaining position dalam setiap koordinasi. Menciptakan populeritas dan electability, yang seolah menjadi jaminan dukungan penuh. Namun, terjebak pada persepsi ini adalah kesalahan fatal sehingga berpotensi melahirkan generasi kosong (blank generation). Kita tahu legitimasi  massa itu bersifat permukaan dan sementara,  karena dilandasi janji populisme ikatan primordial, dan bukan atas dasar kesadaran kritis yang objektif.

Pertanyaannya adalah. Oknum pejabat yang berpolitik dan (Korupsi) hari ini, dulunya adalah mahasiswa yang berpolitik di kampus, menjadi dalang kesewenangan yang mempertontonkan cara-cara kotor  dalam mengelola ormawa. Pion-pion yang merusak sistem demokrasi dengan kontrak politik praktis (Kolusi) hari ini, dulunya juga mahasiswa yang merusak sistem untuk kepentingan kelompoknya (Nepotisme), mengedepankan praktik balas budi dan keberpihakan, ini sering terjadi di dalam ormawa seperti badan eksekutif mahasiswa ataupun yang lainnya.

Jika siklus degradasi ini terus berputar. Artinya, nasib bangsa bergantung pada kemampuan kita memutus mata rantai ini sejak mahasiswa, maka tugas kita  jangan jadikan kampus sebagai ekosistem pembiaran penyakit. Jalan satu-satunya adalah dengan mengembalikan khittah politik sebagai wahana ideopolitorstratak yaitu sebuah politik utopia yang bebas dari dekadensi moral seperti korupsi, kolusi dan nepotisme.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Maba Bukan Budak Senior

HMI Komisariat Istiqlal UIM Gelar pelantikan Lembaga Kajian Dan Penelitian (LKP) Periode 2025-2026

Nurcholish Madjid - Islam, Kemodernan, dan Keindonesiaan