𝙆𝙚𝙢𝙚𝙧𝙙𝙚𝙠𝙖𝙖𝙣 𝙮𝙖𝙣𝙜 𝘿𝙞𝙠𝙝𝙞𝙖𝙣𝙖𝙩𝙞, 𝙍𝙖𝙠𝙮𝙖𝙩 𝙈𝙖𝙨𝙞𝙝 𝙏𝙚𝙧𝙟𝙖𝙟𝙖𝙝 𝙙𝙞 𝙉𝙚𝙜𝙚𝙧𝙞𝙣𝙮𝙖 𝙎𝙚𝙣𝙙𝙞𝙧𝙞
Kemerdekaan yang Dikhianati: Rakyat Masih Terjajah di Negerinya Sendiri
Kondisi Indonesia yang kian carut-marut menunjukkan betapa sering kebijakan justru merugikan
rakyat, meski dijalankan atas nama kepentingan mereka. Penderitaan, kemiskinan, ketimpangan keadilan, hingga maraknya aparat dan politisi yang meresahkan, seolah menjadi deretan masalah yang tak kunjung terselesaikan.
Lalu, apa sebenarnya makna dari peringatan hari kemerdekaan? Apakah cukup hanya dengan mengibarkan bendera di setiap sudut negeri, sementara kebebasan rakyat masih kerap dipertanyakan? Sejatinya, kemerdekaan harus berlandaskan rasa kemanusiaan, bukan dibangun di atas tekanan dan ketidakadilan.
Kemerdekaan seharusnya menjadi milik rakyat, bukan sekadar simbol yang dirayakan oleh segelintir elit di panggung kekuasaan. Namun, yang kita saksikan hari ini sering kali hanya kebanggaan semu. Di balik gegap gempita perayaan, rakyat kecil masih harus berjuang melawan mahalnya harga kebutuhan pokok, sulitnya akses kesehatan, dan kebijakan yang lebih berpihak pada pemodal dibanding kepada mereka yang benar-benar membutuhkan.
Ironisnya, kemerdekaan kerap dipersempit sebatas kebebasan berbicara. Tetapi ketika suara rakyat menuntut keadilan, justru dibungkam dengan aturan, tekanan, bahkan kekerasan. Seolah-olah kemerdekaan hanya berlaku bagi mereka yang memiliki jabatan.
Jika demikian, untuk siapa sebenarnya kemerdekaan ini? Apakah bangsa ini hanya merdeka di atas kertas, sementara rakyatnya masih terikat rantai ketidakadilan dan kemiskinan?
Kemerdekaan sejati tidak bisa hanya berdiri di atas tiang bendera. Ia harus berdiri di atas keberanian menegakkan kebenaran, keadilan, dan kemanusiaan. Tanpa itu semua, setiap perayaan hanyalah pesta seremonial yang menutupi luka bangsa. Merdeka sejati baru bisa kita raih bila negara benar-benar berpihak pada rakyat, bukan pada segelintir elit.
Masihkah kita memiliki nyala untuk menyalakan api nasionalisme di tengah keadaan yang semakin mencemaskan?
Saya, Mardhatillah, mahasiswa Universitas Islam Madura, mengucapkan Selamat Memperingati Hari Kemerdekaan Indonesia yang ke-80. Semoga kemerdekaan ini benar-benar menghadirkan keadilan dan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia.
Penulis : Mardhatillah
Editor : Tim Media
___________
Setiap tulisan yang diposting di hmiuim05.blogspot.com sepenuhnya adalah tanggung jawab penulis.

Komentar
Posting Komentar